Friday, October 7, 2016

#SIP -- ETIKA MENULIS ARTIKEL ONLINE

Saat ini kebutuhan akan gadget nampaknya sudah menjadi kebutuhan pokok untuk individu. Di era digital yang semakin maju ini, internet sudah menjadi konsumsi sehari-hari individu dalam menjalani aktivitasnya. Disamping kegunaannya sebagai alat komunikasi, gadget-gadget  yang ada saat ini juga berfungsi untuk memberi dan mendapatkan informasi-informasi secara real time dan up to date. Namun, sebagai negara yang memiliki sistem kebebasan dalam menulis ataupun menyampaikan pendapat, jangan lupa untuk tetap menjaga etika dalam menulis. Berikut ada beberapa etika dan tata cara dalam penulisan artikel secara online yang saya dapatkan dari beberapa sumber.

Etika (Yunani Kuno: "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan") adalah sebuah sesuatu di mana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.

Etika dalam menulis di dunia maya atau internet tergolong pada 3 bagian menurut Prof. DR. Nina W. Syam, M. S, yaitu:

A.    Deskriptif
Cara melukiskan tingkah laku dalam arti luas adalah bersifat netral dan hanya memaparkan moralitas yang terdapat pada individu, kebudayaan, atau subkultur tertentu. Cara melukiskan tingkah laku dalam arti luas adalah bersifat netral dan hanya memaparkan moralitas yang terdapat pada individu, kebudayaan, atau subkultur tertentu.

B.     Etika Normatif
Mendasarkan pada norma, mempersoalkan apakah norma bisa diterima seseorang/masyarakat secara kritis, menyangkut apakah suatu itu benar atau tidak. Terbagi menjadi 2 macam: Umum dan Khusus
a.       Umum: menekankan pada tema – tema umum seperti mengapa norma mengikat? Bagaimana hubungannya antara tanggung jawab dan kebebasan? dll.
b.      Khusus: upaya untuk menerapkan prinsip-prinsip etika umum kedalam perilaku manusia.

C.    Metaetika
Menganalisis logika perbuatan dalam kaitannya dengan “Baik” atau “Buruk”.


Dan beberapa tata cara menulis artikel secara online, antara lain:

A.    Tampilan karya menarik dan tidak terlalu kaku.
     Penulisan artikel secara online (penulisan blog, ataupun web yang menyuguhkan artikel-artikel mengenai lifestyle, hobi dsb) memiliki isi yang berbeda-beda karena ditulis oleh orang yang berbeda. Pada dasarnya, penulisan artikel berasal dari ide individu itu sendiri yang memiliki kemungkinan ide-ide tersebut juga bisa didapatkan dari lingkungan sekitarnya. Semakin menarik dan isi artikel yang mudah dipahami, maka akan semakin banyak orang yang akan membaca. Apalagi saat ini beberapa artikel telah dilengkapi dengan easy access yang dapat membagikan link artikel tersebut ke banyak sosial media.

B.     Tidak mengandung SARA
Hal yang paling harus diperhatikan dalam penulisan artikel. SARA merupakan hal yang paling sensitif dan menimbulkan dampak kurang baik apabila menjadi pembahasan dalam sebuah penulisan atau artikel online dengan sifatnya yang cepat dan mudah tersebar.

C.    Mencantumkan sumber untuk tulisan yang berasal dari orang lain dan dimuat dalam artikel ataupun penulisan anda
Setiap tulisan memiliki hak ciptanya masing-masing, jadi apabila anda sebagai penulis yang mengutip tanpa memasukan sumbernya, anda dapat dikategorikan sebagai plagiat, atau penjiplak. Selain itu, suatu tulisan yang mencantumkan sumber-sumber atau referensi dari penulisannya menandakan bahwa tulisan yang dibuat dapat dibuktikan kebenarannya dan akan meningkatkan kepercayaan pembacanya.

D.    Mudah di mengerti
Usahakan bahasa dalam penulisan yang anda buat mudah dimengerti oleh orang lain. Sesuaikan pula dengan target pembaca anda. Apabila artikel yang anda buat ditujukan kepada anak-anak atau remaja, gunakanlah bahasa yang simple dan menarik. Begitupun apabila target anda adalah orang dewasa, gunakan bahasa yang formal namun jangan berbelit-belit sehingga tidak mengurangi daya tarik tulisan anda.

E.     Tidak merugikan pihak manapun
Dalam sebuah penulisan artikel, tidak diperkenankan untuk menghina ataupun mencoreng nama baik orang lain, instansi, maupun produk. Karena tindakan tersebut akan merugikan diri anda sendiri yang akan dikenakan sanksi apabila pihak yang bersangkutan tidak terima. Bukan hanya sanksi berupa teguran, namun sanksi berupa tindak pidana juga memungkinkan untuk diberikan. Berkaryalah dengan tetap menjaga nama baik orang lain, nama instansi, maupun produk.
F.      Menggunakan tata bahasa yang sopan, baik dan benar
Kemajuan zaman saat ini juga mempengaruhi individu dalam berbahasa. Penggunaan bahasa yang sopan sudah hampir jarang digunakan karena individu (terutama anak muda) pada saat ini sudah terlalu sering menggunakan bahasa–bahasa gaul ataupun bahasa yang dipersingkat. Kesopanan dalam berbahasa juga diperlukan untuk meningkatkan mutu tulisan yang dibuat. 

G.    Menggunakan kata kunci (keyword)
Penggunaan kata kunci (keyword) akan mempermudah orang lain dalam mencari tulisan anda yang akan mereka gunakan misalnya sebagai referensi penulisan mereka. Keyword sekaligus menjadi acuan untuk penulisan anda agar tidak melenceng dari tema penulisannya.
H.    Tulisan berisi kondisi yang sebenarnya
Artikel atau penulisan apapun harus ditulis berdasarkan kondisi nyata dari kejadian yang menjadi acuan penulisan anda. Tidak boleh melakukan penambahan maupun pengurangan dari kejadian atau keadaan aslinya. Kejujuran penulis menentukan tingkat kepecayaan pembacanya.

I.       Tambah daya tarik penulisan anda dengan menyisipkan konten gambar yang terkait dengan tema penulisan anda
Penambahan konten foto atau gambar dapat menambah daya tarik serta memberikan gambaran mengenai apa yang anda bahas. Menyisipkan konten foto atau gambar yang didapat melalui media online bisa dilakukan dengan beberapa cara agar tidak melanggar hak cipta yang ada, antara lain:
1.      Gunakan gambar dengan domain publik.
2.   Apabila anda menemukan konten yang anda suka, (jika memungkinkan) anda bisa meminta izin kepada pemilik konten untuk menggunakannya kembali.
3.      Tuliskan sumber primer dari konten yang anda gunakan.



Sumber:



#SIP - Arsitektur Komputer dan Struktur Kognisi Manusia

A.    ARSITEKTUR KOMPUTER
Merupakan ilmu sekaligus seni mengenai bagaimana komponen-komponen perangkat keras terhubung satu sama lain untuk dapat menciptakan sebuah sistem komputer yang memenuhi kebutuhan dalam menjalankan kinerja, dan target biayanya. Arsitektur komputer merupakan suatu hal yang sangatlah penting karena dapat memberikan berbagai atribut-atribut pada sistem komputer, arsitektur komputer merupakan ilmu yang mempelajari tentang struktur dan fungsi CPU, cara kerja CPU, dan bagaimana hubungan antar-device antara CPU dengan perangkat lainnya serta bagaimana cara untuk mengoptimalkan kerja masing-masing komponen.
Komponen-komponen pada arsitektur komputer antara lain:
1.      Input
Sebagai alat masukan, input memiliki fungsi untuk memasukan data atau informasi diikuti oleh instruksi pemrosesannya.
2.      Process
Data yang telah diinput kemudian akan diolah sesuai dengan instruksi yang diberikan.
3.      Storage
Komponen penyimpanan data atau informasi, bisa untuk sementara maupun berkelanjutan.
4.      Output
Merupakan hasil dari masukan yang telah diolah oleh komponen proses. Dapat berbentuk soft copy, hard copy, maupun suara atau video. Tergantung dari data apa yang diinput.

B.     STRUKTUR KOGNISI MANUSIA
Struktur kognisi manusia merupakan proses pengolahan informasi yang didapatkan dari lingkungan sekitarnya.
Adapun aspek yang dapat mempengaruhi struktur kognitif, yaitu:
1.        Berdasarkan kedewasaan dan perkembangan individu
2.        Sifat belajar yang lebih bermakna dari pengalaman yang terintegrasi
3.        Ketepatan dalam mentransformasi informasi stimulus dan pengalaman melalui fungsi kognisinya.

C.    HUBUNGAN ANTARA ARSITEKTUR KOMPUTER DENGAN STRUKTUR KOGNISI MANUSIA.
Struktur kognisi manusia merupakan bagian atau komponen yang berada di dalam otak manusia yang memproses informasi yang diserap oleh indera dan kemudian membentuk pengalaman yang disimpan oleh memori di dalam otak dan menjadikan informasi-informasi tersebut sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan sosial bagi seorang individu. Sedangkan arsitektur komputer merupakan konsep dari suatu sistem komputer yang memproses suatu data atau input dengan dibantu oleh komponen-komponen pendukungnya yang kemudian dapat menyimpan serta menghasilkan suatu output yang dikehendaki.
Kedua nya memiliki kesamaan, yaitu pembahasan struktur pengoperasian dasar, dimana arsitektur komputer membahas bagaimana proses kerja CPU bersama dengan perangkat lain dalam mengolah informasi, sedangkan struktur kognisi membahas proses pengolahan informasi yang ditangkap indera dan diproses di dalam otak.
D.    KELEBIHAN DAN KEKURANGAN DARI ARSITEKTUR KOMPUTER DAN STRUKTUR KOGNISI

1.    Kelebihan dan kekurangan dari arsitektur komputer antara lain :
a)        Kelebihan:
1)   Memiliki processor yang berjumlah lebih dari satu. 
2)   Bisa digunakan oleh banyak pengguna (multi user). 
3)   Dapat membuka beberapa aplikasi dalam waktu bersamaan (multi tasking)
4)   Menggunakan teknologi time sharing
5)   Kecepatan kerja processornya hingga 1GOPS (Giga Operations Per Second)

b)        Kekurangan:
1)   Karena kapasitas yang besar, maka diperlukan memori yang besar untuk menyimpannya. 
2)   Harganya sangat mahal. 
3)   Interface dengan pengguna masih menggunakan teks. 
4)   Kerjanya sangat lama.  
5)   Membutuhkan daya listrik yang sangat besar.

2.    Kelebihan dan Kekurangan Struktur Kognisi Manusia
a)        Kelebihan :
Struktur kognisi lebih sistematis sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas. Banyak memberi motivasi agar terjadi proses belajar. mengoptimalisasikan kerja otak secara maksimal.

b)        Kekurangan :
Membutuhkan waktu yang cukup lama

Sumber:

Wednesday, April 27, 2016

Teknik Terapi Humanistik

Teknik Terapi
Teknik utama eksistensial humanistik pada dasarnya adalah penggunaan pribadi konselor dan hubungan konselor-konseli sebagai kondisi perubahan. Namun eksistensial humanistik juga merekomendasikan beberapa teknik (pendekatan) khusus seperti menghayati keberadaan dunia obyektif dan subyektif klien, pengalaman pertumbuhan simbolik (suatu bentuk interpretasi dan pengakuan dasar tentang dimensi-dimensi simbolik dari pengalaman yang mengarahkan pada kesadaran yang lebih tinggi, pengungkapan makna, dan pertumbuhan pribadi).
Teknik dalam terapi ini antara lain:
1.      Person-Centered Therapy (Carl R. Rogers)
Dalam pandangan Rogers gangguan-gangguan psikologis pada umumnya terjadi karena orang-orang lain menghambat individu dalam perjalanan menuju aktualisasi diri. Teknik ini dipakai pada terapi orang-orang dewasa muda yang mengalami masalah-masalah penyesuaian diri yang sederhana. Disini terapis harus bisa membangun kepercayaan dari kliennya agar klien mampu bercerita tanpa hambatan. Namun penyelesaian masalah akan kembali lagi pada kliennya.
2.      Gestalt Therapy (Fritz Perls)
Terapi Gestalt merupakan bentuk terapi yang merupakan refleksi berbagai ragam pemikiran antara lain Psikoanalisis, Reichian character analysis, Jung annalistic theory, Zen Buddism, Taoism, filsafat eksistensialisme, psikodrama.
Asumsi dasar terapi ini adalah adanya anggapan bahwa individu memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, dan mampu melakukan perubahan untuk aktualisasi diri / pencapaian target menjadi pribadi yang lebih baik. Pada terapi ini, peran terapis adalah membantu klien untuk mengalami dan menyadari secara penuh atas eksistensinya disini dan sekarang (here and now).
3.      Transactional Analysis (Eric Berne)
Transactional Analysis Therapy atau terapi Analisis Transaksional (A. T.) Analisis Transaksional merupakan bentuk terapi yang lebih memfokuskan pada kemampuan individu untuk mengambil keputusan baru. Terapi ini menekankan aspek kognitif-rasional-behavioral dalam membuat keputusan baru.
4.      Rational-Emotive Therapy (Albert Ellis)
Menurut Albert Ellis, pada dasarnya individu merupakan makhluk unik yang memiliki kecenderungan untuk berpikir rasional dan irasional. Ketika berpikir dan bertingkahlaku rasional manusia akan efektif, bahagia, dan kompeten. Ketika berpikir dan bertingkahlaku irasional individu itu menjadi tidak efektif. Hambatan psikologis atau emosional yang berlebih merupakan akibat dari cara berpikir yang tidak logis dan irasional, dimana emosi mempengaruhi individu dalam berpikir penuh dengan prasangka, sangat personal, dan irasional.
Perasaan dan pikiran negatif serta penolakan diri harus dilawan dengan cara berpikir yang rasional dan logis, yang dapat diterima menurut akal sehat, serta menggunakan cara verbalisasi yang rasional.
5.      Existential Analysis (Rollo May, James F. T. Bugental) dan Logotherapy (Viktor Frankl)
Konsep dasar terapi eksistensial adalah mengubah pola pikir, dari kondisi merasa lemah dan tidak berdaya menjadi lebih bertanggung jawab dan mampu mengontrol kehidupannya sendiri, sehingga dapat mengeliminasi perasaan tidak berarti (not being) yang biasanya muncul dalam kondisi merasa tidak berdaya, putus asa dsb. Eksistensialis memandang proses terapi dari sudut pandang suatu paradigma untuk memahami dan mengerti kondisi individu yang sedang bermasalah.

Teknik terapi yang paling disukai, yaitu Existential Analysis, dimana konselor atau terapis membantu klien dalam meningkatkan rasa percaya dirinya ketika berada di lingkungan sosial dengan membantu membentuk pola pikir yang positif.

Sumber:
Semiun, Y. (2006). Kesehatan mental 3. Jakarta: Kanisius.
Corey, Gerald. (1995). Teori dan praktek konseling dan psikoterapi. Bandung : PT. Eresku.

Singgih, Gunarsa. (2012). Konseling dan Psikoterapi. Jakarta : Libri

Tuesday, April 19, 2016

Terapi Humanistik

Menurut Kartini Kartono, terapi eksistensial humanistik adalah salah satu psikoterapi yang menekankan pengalaman subyektif individual kemauan bebas, serta kemampuan yang ada untuk menentukan satu arah baru dalam hidup.

Sedangkan menurut W.S Winkel, Terapi Eksistensial Humanistik berfokus pada situasi kehidupan manusia di alam semesta, yang mencakup tanggung jawab pribadi, kecemasan sebagai unsur dasar dalam kehidupan batin. Usaha untuk menemukan makna diri kehidupan manusia, keberadaan dalam komunikasi dengan manusia lain, kematian serta kecenderungan untuk mengembangkan dirinya semaksimal mungkin.

Dari dua pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa terapi eksistensial humanistik merupakan salah satu psikoterapi yang berfokus pada realitas kehidupan manusia yang menekankan pada pengalaman manusia itu sendiri dengan usaha untuk mengembangkan potensi dirinya semaksimal mungkin di kehidupan sosialnya.

Tujuan dari terapi humanistik sendiri adalah untuk membuat klien sadar akan eksistensinya sebagai manusia, serta menyadari potensi yang dimilikinya sehingga ia bisa membuka diri di lingkungan sosialnya.
Kelebihan terapi humanistik antara lain:
·         Adanya kebebasan klien untuk mengambil keputusan sendiri
·         Memanusiakan manusia
·         Bersifat pembentukan kepribadian, hati nurani, perubahan sikap, analisis terhadap fenomena sosial.

Kelemahan terapi humanistik antara lain:
·         Dalam pelaksanaannya tidak memiliki teknik yang tegas
·         Terlalu percaya pada kemampuan klien dalam mengatasi masalahnya (keputusan ditentukan oleh klien sendiri)
·         Memakan waktu lama.


Daftar Pustaka
Corey, G. 1995. Teori dan praktek konseling dan psikoterapi. Eresku : Bandung
Winkel, W. 1987. Bimbingan dan praktek konseling dan psikoterapi. Gramedia : Jakarta
Kartono, K., Gulo, D. 1987. Kamus psikologi. Pionir Jaya : Bandung

Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Modul bimbingan dan konseling PLPG kuota 2008. Unesa : Surabaya .

Wednesday, March 30, 2016

Teknik Terapi Psikoanalisis

Teknik – teknik dalam terapi psikoanalisa :
1.      Asosiasi bebas :
Merupakan sebuah metode dimana metode ini dijalankan dengan cara memanggil kembali pengalaman atau kejadian di masa lalu yang menyebabkan trauma atau yang menimbulkan permasalahan hidupnya hingga saat ini. Klien dapat mengungkapkan dan menceritakan hal-hal yang sudah lama di tekan di alam bawah sadarnya dengan catatan tidak boleh disela atau dikritik oleh terapis. Dan demi kelancaran terapi, biasanya terapis dengan kliennya tidak duduk berhadapan dikarenakan untuk menghindari self-defence yang memungkinkan klien tidak mengatakan semua permasalahannya. Teknik ini berkembang secara bertahap berkisar antara tahun 1892-1896 dengan menggunakan teknik hipnosis dan sugesti disertai dengan menekan klien.
2.      Penafsiran
Merupakan prosedur untuk menganalisa teknik-teknik psikoanalisa. Tahapnya terdiri atas tindakan-tindakan analisis yang bersifat menerangkan, mengajari klien makna-makna tingkah laku yang dimanifestasikan oleh mimpi-mimpi, asosiasi bebas, resistensi-resistensi dan hubungan terapeutik itu sendiri.
3.      Analisis Mimpi
Freud menganggap bahwa mimpi merupakan solusi menuju kepada kesadaran karena pada saat tidur, semua pemikiran yang ditekan di alam bawah sadar bisa bermunculan sehingga membantu proses terapi karena keinginan atau pemikiran yang mengganggu tetapi masih direpres dialam bawah sadar akan keluar dan kemudian mempermudah dalam mencari solusi yang tepat.
4.      Analisis Resistensi
Pada  teknik ini, terapis harus bisa memecah kecemasan yang ada pada klien sehingga klien dapat menyadari penyebab munculnya resistensi tersebut. Setelah klien bisa menyadarinya, klien bisa menanganinya dan bisa mengubah tingkah lakunya.
5.      Analisis Transferensi
Bisa dikatakan bahwa analisis transferensi ini merupakan teknik utama dalam terapi psikoanalis karena dalam teknik ini mengedepankan penghidupan kembali kejadian-kejadian di masa lalu. Pada teknik ini klien diharapkan dapat memperoleh pemahaman atas sifatnya saat ini yang merupakan pengaruh dari masa lalunya.
Yang paling disuka adalah Analisis Transferensi dan Asosiasi Bebas. Alasannya, karena pada kedua metode tersebut menurut saya bisa membantu lebih efektif dengan cara memanggil kembali kejadian di masa lalu yang menyebabkan perilaku di masa sekarang sehingga dapat mengetahui akar permasalahannya dan mendapatkan solusi yang tepat untuk mengatasi perilaku yang ada di masa sekarang karena dipengaruhi kejadian di masa lalunya.
Sumber :
  • Feist, J., & Feist, G. J. (2009). Theories of Personality (7th ed.). New York: McGraw-Hill.
  • Gunarsa, S.D. (1996). Konseling dan Psikoterapi. Jakarta : Gunung Mulia
  •  Bertens, K. (2006). Psikoanalisis Sigmund Freud. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Friday, March 25, 2016

Terapi Psikoanalisis

Psikoanalisis merupakan teknik penyembuhan mental yang diperkenalkan oleh Freud. Terapi ini merupakan teknik pengobatan yang dilakukan dengan cara menggali permasalahan dan pengalaman yang direpresnya sejak masa kanak-kanak dengan menganalisis setiap kata-kata yang diungkapkan oleh klien. Dalam terapi psikoanalisis ini diutamakan kerjasama antara terapis dan kliennya. Ini ditujukan agar klien selalu dalam keadaan nyaman ketika berbicara atau bercerita kepada terapisnya. Terapi ini digunakan untuk orang-orang yang bermasalah dengan konsep utama dari psikoanalisa. Misalnya  hal yang berkaitan dengan id, ego, superego yang berpotensi mengganggu rutinitas klien. Terapi ini bertujuan untuk mengubah kesadaran individu sehingga segala sumber permasalahan yang ada didalam diri individu yang semulanya tidak sadar menjadi sadar, rekonstruksi kepribadian serta meningkatkan kontrol ego sehingga dapat menghadapi kehidupan yang realita, dan mengubah perilaku klien menjadi lebih positif.

Teknik yang digunakan dalam psikoanalisis ini antara lain:

1.              Asosiasi Bebas
2.              Interpretasi atau Penafsiran
3.              Analisis Mimpi
4.              Analisis dan interpretasi resistensi
5.              Analisis dan interpretasi transferensi

Terapi ini dianggap selesai ketika klien sudah merasa puas atau mengerti tentang kenyataan yang ada dan menyadari bahwa perilaku abnormal yang dilakukannya salah/tidak wajar.
Kelebihan dari terapi ini adalah keefektifannya dalam mengetahui masalah yang terjadi pada kliennya secara detail karena mengusung teknik pemanggilan memori masa lalu yang memungkinkan salah satu memorinya telah menyebabkan permasalahan yang terjadi terhadap diri klien. Selain itu, terapi ini bisa membuat klien mengetahui masalah apa yang selama ini tidak disadarinya. Disamping itu, terapi ini memiliki kekurangan yang terletak pada jangka waktu yang diperlukan serta biaya yang tidak sedikit.

Daftar Pustaka:
  • Corey, G. 1997. Terori dan praktek konseling dan psikoterapi. Bandung. Refika Aditama
  • Freud, S. 1984.  Memperkenalkan psikoanalisis lima ceramah. Jakarta. Gramedia
  • D.Gunarsa, Prof.DR.Singgih. (1992). Konseling dan Psikoterapi. Gunung Mulia: Jakarta.