Wednesday, January 14, 2015

2PA03 itu....



2PA03 itu....
sebuah kelas....
Masaa Siih?
yes.
Kenapa sih nama kelasnya 2PA03?
Jadi gini, arti 2PA03 itu:

  • 2 itu tingkatan kelasnya. 
  • Terus, PA itu kode fakultasnya. 
  • Dan 03....itu kelas ke-3 dari beberapa kelas di fakultas psikologi.

Pertama kali masuk 2PA03 itu...rasanya agak serem. Kalo diliat-liat di awal, anak-anaknya tuh pendiem-pendiem gitu.. Namanya juga awal pertama ketemu, jadi masih canggung gitu pastinya. Di 2PA03, ada beberapa orang yang udah dikenal karena dulunya sekelas atau ada juga yang kenalan waktu PPSPPT 2013.
Kirain bakalan lama buat adaptasi sama mereka. Ternyata, gak selama yang saya pikir. Mereka ternyata anaknya asik dan kocak-kocak. Yang awalnya dikira sangar, ternyata malah jago ngelucu. Mungkin niatnya dia nggak untuk ngelucu, tapi sayanya aja kepalang doyan ketawa. Hehe.
Balik lagi ke 2PA03..
Kesan-kesan di 2PA03 di semester ini sih...
Asik, gokil, seru, ribut, kece, unpredictable. Banyak deh pokoknya.
Semoga 2PA03 makin kompak, lulusnya tepat waktu, dan doa-doa terbaik buat 2PA03. AMIN!

Friday, December 12, 2014

Psikoterapi dengan Internet

Psikoterapi merupakan proses interaksi formal antara dua pihak atau lebih, yaitu antara klien dengan psikoterapis yang bertujuan memperbaiki keadaan yang dikeluhkan klien. Seorang psikoterapis dengan pengetahuan dan ketrampilan psikologisnya akan membantu klien mengatasi keluhan secara profesional dan legal.

Psikoterapi didasarkan pada fakta bahwa aspek-aspek mental manusia seperti cara berpikir, proses emosi, persepsi, kebiasaan dan pola perilaku bisa diubah dengan pendekatan psikologis. Tujuan psikoterapi antara lain:
  • Menghapus, mengubah atau mengurangi gejala gangguan psikologis.
  • Mengatasi pola perilaku yang terganggu.
  • Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan kepribadian yang positif.
  • Memperkuat motivasi klien untuk melakukan hal yang benar.
  • Menghilangkan atau mengurangi tekanan emosional.
  • Mengembangkan potensi klien.
  • Mengubah kebiasaan menjadi lebih baik.
  • Memodifikasi struktur kognisi (pola pikiran).
  • Memperoleh pengetahuan tentang diri / pemahaman diri.
  • Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan interaksi sosial.
  • Meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan.
  • Membantu penyembuhan penyakit fisik.
  • Meningkatkan kesadaran diri.
  • Membangun kemandirian dan ketegaran untuk menghadapi masalah.
  • Penyesuaian lingkungan sosial demi tercapai perubahan dan masih banyak lagi.



E-Terapi adalah sebuah modalitas psikoterapi baru yang menyediakan klien cara mengakses seorang profesional kesehatan mental secara online. e-terapi yang sering dilakukan melalui komunikasi e-mail dengan terapis, hal ini juga dapat termasuk chat dan konferensi video. Meskipun cara ini kurang sering digunakan. Namun, cara ini juga dapat disebut sebagai terapi online.



Kelebihan dari layanan terapi berbasis internet ini. Salah satunya adalah untuk orang orang yang merasa malu untuk bertemu terapis secara langsung. Layanan ini tidak mengharuskan klien bertamu dengan terapis secara langsung, sehingga klien dapat merasa lebih nyaman. Tak hanya itu dengan menggunakan layanan konseling berbasis internet klien tidak harus datang ke tempat terapis. Layanan ini memungkinkan klien melakukan terapi klinis di mana saja, tidak harus berada di tepat terapis. Hal ini tentu lebih efisien dan dapat menghemat biaya. Dan kemudian layanan konseling berbasis internet ini memiliki open hour, yaitu jam praktek yang bebas. Klien dapat melakukan konseling terapi kapan saja yang di inginkan tanpa harus repot repot membuat perjanjian dengan terapis terlebih dahulu.

Dari kelebihan yang ada, juga terdapat beberapa kekurangan. Salah satunya adalah tidak semua terapi konseling dapat dilakukan via internet. Ada beberapa kasus yang mengharuskan klien untuk bertemu langsung dengan terapisnya agar terapi dapat berjalan lebih lancar. Tak hanya itu pula dengan menggunakan terapi via internet terkadang terapis dapat kesulitan untuk dapat mengenal klien labih baik karena semua kegiatan terapinya hanya dilakukan dengan mengunakan internet.

Test Psikologi Online

Test psikologi memiliki banyak jenis dan masing-masing test memiliki fungsi yang berbeda-beda.
Kali ini, saya mengikuti sebuah test psikologi yang berkaitan dengan kepribadian.

Step 1: Masuk ke web browser dan mengunjungi Web iPersonic

Step 2: Masuk ke kategori yang pertama, terdapat 2 buah kumpulan pernyataan yang kemudian akan mengarahkan kita kepada pernyataan-pernyataan yang berikutnya.

Step 3: Masih sama dengan step 2 dan akan berlanjut hingga step 4 dan 5.

Step 4

Step 5: Setelah melalui beberapa pemilihan pernyataan, kita akan diarahkan untuk melihat hasil tes ini.

Hasil Tes Kepribadian saya.

Wednesday, November 26, 2014

Computer Supported Cooperative Work (CSCW)

CSCW (Computer Supported Cooperative Work) adalah penggunaan komputer dan software untuk melaksanakan pekerjaan secara bersama. CSCW merupakan suatu group user, yaitu bagaimana cara merancang suatu system yang digunakan untuk membantu pekerjaan sebagai suatu group dan kemudian memahami pengaruh dari teknologi yang ada terhadap pekerjaan mereka.
(Sumber: http://xiaolichen14.wordpress.com/2012/11/02/cscw-computer-supported-cooperative-work/)

Istilah Computer Supported Cooperative Work (CSCW) pertama kali digunakan oleh Irene Greif dan Paul M. Cashman pada tahun 1984, pada sebuah workshop yang dihadiri oleh mereka yang tertarik dalam menggunakan teknologi untuk memudahkan pekerjaan mereka. Pada kesempatan yang sama pada tahun 1987, Dr. Charles Findley mempresentasikan konsep collaborative learning-work. CSCW mengangkat isu seputar bagaimana aktivitas-aktivitas kolaboratif dan koordinasi didalamnya dapat didukung teknologi komputer. Beberapa orang menyamakan CSCW dengan groupware, namun yang lain mengatakan bahwa groupware merujuk kepada wujud nyata dari sistem berbasis komputer, sedangkan CSCW berfokus pada studi mengenai kakas dan teknik dari groupware itu sendiri, termasuk didalamnya efek yang timbul baik secara psikologi maupun sosial.
(Sumber: id.wikipedia.org)

Tujuan pengadaan CSCW sendiri meliputi:
   Mempelajari bagaimana orang bekerja sama sebagai kelompok dan apa yang mempengaruhi teknologi.
   Mendukung proses pelaksanaan pekerjaan walaupun secara geografis dipisahkan.

CSCW berorientasi kepada evaluasi terhadap hal-hal yang terjadi dalam proses interaksi antar-manusia dalam sekelompok pengguna/user.
Misalnya:

  • Komunikasi face-to-face

           Meliputi bahasa tubuh dan kontak/tatapan mata.

  • Percakapan
            Dalam CSCW, Teori Percakapan memiliki 3 fungsi:
                 - Menganalisa catatan
                 - Petunjuk untuk keputusan desain
                 - mengarahkan desain, menstrukturkan sistem dengan teori

  • Komunikasi berbasis teks
            Terdapat 4 tipe komunikasi berbasis teks, yaitu:
              • discrete: pesan langsung seperti dalam email
              • linear: pesan partisipan ditambahkan pada akhir dari catatan tunggal
              • non-linear: saat pesan dihubungkan ke yang lainnya dalam model hypertext
              • spatial: dimana pesan diatur dalam permukaan dua dimensi

  • Kerja Kelompok
         Perilaku kelompok lebih kompleks terutama apabila kita memperhatikan hubungan sosial yang dinamis selama bekerja dalam kelompok.

Salah satu contoh pemanfaatan CSCW:

Group Video Calling with SKYPE


(Sumber: Youtube)


Tuesday, November 25, 2014

Sekilas Tentang Rokok



Pengertian Rokok

Rokok terbentuk dari silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain. Rokok merupakan benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok.

Ada dua jenis rokok, rokok yang berfilter dan tidak berfilter. Filter pada rokok terbuat dari bahan busa serabut sintetis yang berfungsi menyaring nikotin.
 
Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung(walapun pada kenyataanya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).


Dampak dari merokok

Sebagaimana kita ketahui di dalam asap sebatang rokok yang dihisap oleh perokok, tidak kurang dari 4000 zat kimia beracun. Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas (85 persen) dan partikel. Nikotin, gas karbonmonoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida, amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol, kumarin, 4-etilkatekol,ortokresoldan perylene adalah sebaian dari beribu – ribu zat di dalam rokok.


Jumlah kematian dan klaim perokok Menurut penelitian Organisasi Kesehatan dunia (WHO), setiap satu jam, tembakau rokok membunuh 560 orang diseluruh dunia. Kalau dihitung satu tahun terdapat 4,9 juta kematian didunia yang disebabkan oleh tembakau rokok. Kematian tersebut tidak terlepas dari 3800 zat kimia, yang sebagian besar merupakan racun dan karsinogen (zat pemicu kanker), selain itu juga asap dari rokok memiliki benzopyrene yaitu partikel-partikel karbon yang halus yang dihasilkan akibat pembakaran tidak sempurna arang, minyak, kayu atau bahan bakar lainnya yang merupakan penyebab langsung mutasi gen. Hal ini berbanding terbalik dengan sifat output rokok sendiri terhadap manusia yang bersifat abstrak serta berbeda dengan makanan dan minuman yang bersifat nyata dalam tubuh dan dapat diukur secara kuantitatif. Bahaya bagi tubuh antara lain: mengakibatkan kanker, paru-paru, impotensi dan gangguan pada janin, sedangkan bahaya bagi lingkungan dapat menimbulkan polusi udara yang ditimbulkan dari asap rokok yang dihisap.

Sebenarnya yang paling berbahaya diantara perokok pasif dan perokok aktif, perokok pasif lah yang berbahaya sebab perokok pasif menghisap asap rokok yang paling banyak. Rokok juga selain berbahaya juga bisa mematikan dan akan menimbulkan kecanduan kepada pemakainya.



Faktor penyebab merokok pada remaja
Ada beberapa faktor yang mendorong remaja untuk merokok, di antaranya:


1. Faktor orangtua dan keluarga
Salah satu temuan tentang remaja perokok adalah bahwa anak-anak muda yang berasal dari rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua tidak begitu memperhatikan anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras lebih mudah untuk menjadi perokok dibanding anak-anak muda yang berasal dari lingkungan rumah tangga yang bahagia (Baer & Corado dalam Atkinson, Pengantar psikologi, 1999:294).
Selain itu, anak-anak yang mempunyai orang tua perokok, lebih rentan untuk terpengaruh dan mencontoh orang tuanya.


2. Teman/Lingkungan
Banyak fakta membuktikan bahwa remaja perokok, kemungkinan besar teman-temannya juga perokok, dan sebaliknya. Diantara remaja perokok terdapat 87% mempunyai sekurang-kurangnya satu atau lebih sahabat yang perokok begitu pula dengan remaja non perokok (Al Bachri, 1991).


3. Pribadi Individu
Ada yang mencoba merokok hanya karena alasan ingin tahu. Mungkin juga karena ingin mengobati rasa sakit fisik maupun jiwa, mengusir bosan. Selain alasan tersebut, konformitas sosial juga menjadi pemicu. Orang yang memiliki skor tinggi pada tes konformitas sosial lebih mudah menjadi pengguna dibandingkan dengan mereka yang memiliki skor yang rendah (Atkinson, 1999).


4. Iklan rokok
Iklan-iklan di berbagai media yang memberikan gambaran bahwa perokok adalah lambang keglamouran, cowok banget, memicu remaja untuk ikut berperilaku seperti itu.
Nah, jika kamu sudah terperangkap dalam status perokok saat ini, tenang saja. Ada berbagai upaya pencegahan jika kamu ingin berubah.



Upaya mengatasi rokok di kalangan pelajar

Merokok di sekolah yang dilakukan siswa kini semakin banyak, itu dikarenakan siswa yang satu mengajak siswa yang lainnya atau dikarenakan oleh faktor pergaulan. Oleh karena itu para guru di upayakan untuk lebih ketat lagi dalam melakukan pengawasan dengan mengelilingi tempat-tempat yang sering dijadikan tempat merokok. Misalnya, di toilet, parkiran sekolah, gudang, atau halaman belakang sekolah yang jarang terjamah para guru.

Selain itu juga melakukan peringatan yang lebih tegas lagi agar para pelanggar khususnya perokok jera dan tidak melakukan hal tersebut lagi baik di sekolah maupun di luar sekolah.

Internet Addiction Disorder

Internet Addiction Disorder (IAD) merupakan salah satu gangguan dimana individu sangat menggandrungi internet sehingga mengganggu aktivitas serta kehidupan sosialnya. Penderita IAD biasanya mengalami kecemasan berlebih hingga kehampaan yang dirasakan ketika sedang tidak menggunakan internet.

Mengapa dikatakan IAD?
Seperti yang kita ketahui, individu yang terjangkit IAD merupakan orang yang dapat dikatakan sangat maniak terhadap internet. Dimana mereka tidak dapat mengontrol waktu dalam menggunakan internet. Mulai dari penggunaan aplikasi Chat, E-Mail, dan media sosial lainnya. Penderita IAD bukan hanya di lingkup anak-anak atau remaja. Tapi mencakup hampir semua usia.


Gejala IAD antara lain :
  • Kurang Tidur
  • Mudah Lelah
  • Cenderung mudah marah ketika ditanya mengenai waktu berinternetnya
  • Kurang Fokus dalam aktivitasnya
Penyebab Internet Addiction :

Ferris (2003) mengungkapkan bahwa penyebab seseorang mengalami Internet Additcion dilihat dari berbagai pandangan, yaitu:
  • Pandangan behaviorisme
Menurut pandangan behavioral, Internet Addition didasari oleh teori Skinner mengenai operant conditioning, karena individu mendapatkan reward positif, negatif, atau hukuman atas apa yang dilakukan nya.
  • Pandangan psikodinamika dan kepribadian
Pandangan ini merupakan addiction yang berkaitan atara individu dengan individu lain. Tergantung pada kejadian yang dirasakan pada masa kanak-kanak dan kepribadinya yang terus berkembang.
  • Pandangan sosiokultural
Pandangan sosikultural menunjukan adanya ketergantungan terhadap ras, jenis kelamin, umur, status ekonomi, agam dan negara.
  • Pandangan biomedis
Pandangan ini menujukan adanya faktor keturunan dan faktor kesusiaan antara keseimbangan kimiawi antara otak dan neurotrasmiter.
(Sumber: https://andhiniputri.wordpress.com/2013/11/15/internet-addiction/)

Dr Ronald Pies, profesor psikiatri dari SUNY Upstate Medical University, New York, mengatakan:
“Kebanyakan dari orang-orang yang kecanduan internet adalah mereka yang mengalami depresi berat, kecemasan, atau orang yang tak bisa bersosialisasi sehingga mereka sulit untuk bertemu muka dengan orang lain secara langsung.” Dari hal tersebut maka diketahui bahwa kecenderungan kecanduan ini dimiliki oleh mereka yang memiliki gangguan dalam dunia nyata, sehingga internet merupakan salah satu media ‘pelarian’ mereka."
(Sumber: http://dhiyadhey.blogspot.com/2013/10/fenomena-adiksi-yang-terjadi-sebagai.html)

Friday, October 3, 2014

Psi & Teknologi Internet

Dalam penggunaannya, Internet merupakan salah satu portal dunia terbesar dimana berbagai informasi dapat di akses secara cepat dan bebas. Namun, bukan berarti tidak ada etika yang harus di perhatikan dalam penggunaannya. Berikut adalah beberapa etika yang harus diperhatikan dalam penggunaan internet dan media sosial yang ada:

1. Jangan mengumbar informasi pribadi secara blak-blakan
2. Etika dalam berkomunikasi
3. Menghargai karya orang lain
4. Hindari Penyebaran SARA Dan Pornografi
5. Jangan menyindir, menghina, melecehkan, atau menyerang pribadi orang lain
6. Jangan menyebarkan berita yang belum diketahui kebenarannya
7. Jika mengutip suatu tulisan, gambar, atau apapun yang bisa/diijinkan untuk dipublikasikan ulang, selalu tuliskan sumber aslinya.

Serta beberapa UU yang mengatur tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) Sbb:
Perbuatan yang dilarang (cybercrimes) yang diatur dalam UU ITE, antara lain: 
1. konten ilegal, yang terdiri dari, antara lain: kesusilaan, perjudian, penghinaan/pencemaran nama baik, pengancaman dan pemerasan (Pasal 27, Pasal 28, dan Pasal 29 UU ITE); 
2. akses ilegal (Pasal 30); 
3. intersepsi ilegal (Pasal 31); 
4. gangguan terhadap data (data interference, Pasal 32 UU ITE);
5. gangguan terhadap sistem (system interference, Pasal 33 UU ITE); 
6. penyalahgunaan alat dan perangkat (misuse of device, Pasal 34 UU ITE);
(sumber: id.wikipedia.org)

Selanjutnya akan di bahas beberapa fasilitas internet yang umum digunakan;

1. WWW (World Wide Web)

World Wide Web (WWW) merupakan program yang ditemukan oleh Tim Berners-Lee di tahun 1991. WWW adalah ruang informasi yang disebut sebagai pengidentifikasi sumber seragam yang tidak hanya memuat data teks saja, melainkan juga video, gambar, dan suara. WWW juga bisa disebut sebagai kumpulan dokumen yang tersimpan di web dengan format Hypertext Markup Languange (HTML) yang dapat berkaitan antar-dokumen yang keterkaitan halamannya disebut sebagai pranala.

2. Electronic Mail (E-Mail)

Seiring perkembangan zaman dan semakin majunya teknologi, internet menyediakan sarana pengiriman pesan yang lebih mudah dilakukan dimanapun dan terhitung lebih cepat dan murah. Pada umumnya, pengiriman surat dilakukan dengan menggunakan perangko dan melalui kantor pos atau jasa pengiriman dokumen. Namun di era digital ini, pengiriman surat atau bahkan dokumen dilakukan secara mudah melalui sarana pengiriman pesan ini. Tidak hanya melalui jaringan komputer, berkembangnya teknologi yang cukup pesat, membuat e-mail dapat diakses lebih mudah lagi dimanapun dan kapanpun melalui telepon genggam. Beberapa situs e-mail yang banyak digunakan antara lain:
 - Outlook
 - Gmail
 - Y! Mail

3. Search Engine

Search Engine merupakan program yang dibuat dengan tujuan membantu pengguna internet dalam mencari informasi yang tersimpan di layanan WWW atau beberapa layanan internet lainnya dengan menggunakan keyword tertentu. Tak hanya data dalam bentuk teks yang ditampilkan oleh search engine, melainkan berupa gambar, video, dan audio. Beberapa search engine terkenal, misalnya:
 - GOOGLE
 - YAHOO!
 - ASK!

4. Chatting

Merupakan sebuah program yang diciptakan untuk para pengguna internet dengan tujuan untuk memudahkan penggunanya dalam melakukan komunikasi jarak jauh. Bahkan saat ini, beberapa aplikasi chatting sudah menyediakan aplikasi Video Call sehingga kita dapat bertatap muka dengan menggunakan Webcam pada komputer atau Front Camera pada smartphone. Beberapa aplikasi chat yang sering digunakan, adalah : MSN, Yahoo! Messenger, Line Messenger, WhatsApp Messenger, Skype, dll.


REFERENSI:
http://rezza-galih.blogspot.com/2013/11/pengertian-sejarah-dan-fungsi-dari.html
http://apradiznewcyberxj.wordpress.com/etika-dalam-menggunakan-internet/
http://bebmen.com/0251/etika-dan-hal-penting-dalam-menggunakan-sosial-media.html